home
     guestbook
     contact
     my writing
     => gelap
     => untitled
     => untitled 2
     => untitled 3
     => my letter for HIM
     => my first poem
     => tentang kamu
     => aku
     => permainan kelam
     => diam
     pejuang bintang
     busuk
     *nyongnyong*



all about SHYNTA - tentang kamu


buat KAMU , si rese yang pernah nyungsep di hidupku .



ah , lagi-lagi kau hanya duduk termangu
di pojok kursi tua itu .
kau tahu ? itu kursi tlah habis tertutup rayap
tanpa ekspresi .
kemana akan menatap ?
kau hanya mampu duduk membisu .
karena kau memang tak akan perduli atau ,
memang tlah tertutup api cemburu ?
sudahlah , padamkan saja api itu ,
makan hati jadinya .
bahkan angin tak mampu lagi berbicara ,
hanya berbisik ,
bisikan diam .
 
 
aku menatap awan ,
mengapa wajahmu yang terbayang ?
hadir di setiap angan , bahkan walau hanya bayangan .
ah , persetan !
tak mau hidupku dipenuhi degupanmu !
pergi saja , yang jauh !
lagi , auramu mengikuti langkah pelanku .
mau apa kau ?
menyiksa ?
 
 
 
dendang sang sepi ,
melontarkan lagu cinta bagiku .
dapatkah kau mendengarkan ?
bisik merdu sang angin utara ,
ia melantunkan melodi indah untukku .
mampukah ku menjawab ?
degupan jantung sang pecinta ,
yang memberi puisi cinta teruntuk diriku .
hanya diriku .
adakah , hanya ucapan bual belaka ?
atau , kejujuran yang terujar ?
akankah ia berlaku sama pada dewi lainnya ?
 
 
 
dengar !
nadi sang cinta tlah pergi .
haruskah aku menangis meratapi ,
atau tertawa menyeringai ?
walau sadar aku menginginkannya,
namun tak ada terbutuhkan .
sang pujangga cinta tak mampu lagi berkata .
wajahnya muram , menatap sepinya sang hati .
haruskah aku menangis meratapi ,
atau tertawa menyeringai ?
 
 
 
lantunkan lagi lagu romantis itu .
aku membutuhkannya ,
walau akhirnya hanya akan menusuk hatiku .
 
 
 
aku mencintainya !
dengan segala yang sanggup kukatakan
seperti sang malaikat cinta berkata .
aku mencintainya !
walau hanya bayang hitam kelam yang mampu ku berikan
dan itu tak akan berarti apa2 baginya
karena ia telah memilih malaikatnya .
bukan aku , sang malaikat hitam .
 
 
 
lihat !
sinar mentari mulai muncul malu-malu dari balik tirai putihmu
memberikan sinarnya perlahan menerangi wajahmu
adakah kamu sudah tersenyum pagi ini ?

Today, there have been 1 visitors (2 hits) on this page!

This website was created for free with Own-Free-Website.com. Do you want your own website too?
Register for free